Harga emas terus mengalami penurunan intraday karena penguatan USD dan spekulasi kenaikan harga saham Fed.
Emas (XAU/USD) mempertahankan tren kenaikannya menjelang sesi Eropa pada hari Selasa dan tampak rentan selama berada di bawah resistensi horizontal $4.580. Optimisme terbaru tetap terbatas di tengah sinyal yang beragam tentang potensi kesepakatan perdamaian AS-Iran, yang menguntungkan Dolar AS (USD) sebagai aset safe-haven. Lebih lanjut, ketidakpastian geopolitik yang terus-menerus memicu pemulihan moderat pada harga Minyak Mentah, menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi akan kebijakan Federal Reserve AS (Fed) yang lebih agresif. Hal ini memberikan dukungan tambahan kepada USD dan melemahkan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil tinggi.
Menurut laporan media, mengutip komentar dari Komando Pusat, pasukan AS melakukan serangan pertahanan diri di Iran selatan pada hari Senin. Targetnya termasuk lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang mencoba memasang ranjau. Hal ini terjadi di tengah perselisihan besar mengenai program nuklir Iran dan kebuntuan di Selat Hormuz, yang meredam harapan untuk kesepakatan mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga bulan. Selain itu, Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengancam akan melakukan tindakan militer lebih lanjut terhadap Iran jika negara itu tidak menerima kesepakatan perdamaian yang lebih luas. Hal ini membuat risiko geopolitik tetap ada dan membantu dolar AS sebagai aset safe-haven mendapatkan kembali momentum positif setelah penurunan pada hari Senin ke level terendah dalam lebih dari satu minggu, yang menekan harga emas.
Share this Post



