The Fed Mempertahankan Suku Bunga, Indeks Dollar Melonjak Pesat
Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak kinerja Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, mencapai 109,98, level tertinggi sejak November 2022, selama jam perdagangan Asia pada hari Senin. Greenback menguat karena data pasar tenaga kerja AS yang kuat untuk bulan Desember kemungkinan akan memperkuat sikap Federal Reserve (The Fed) AS untuk mempertahankan suku bunga stabil di bulan Januari.
Selain itu, data pekerjaan AS yang kuat pada hari Jumat menyebabkan lonjakan imbal hasil AS, dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing berada di 4,38% dan 4,76% pada saat penulisan. Imbal hasil yang lebih tinggi mendukung Dolar AS.
Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), yang dirilis pada hari Jumat, melaporkan bahwa Nonfarm Payrolls (NFP) meningkat sebesar 256 ribu di bulan Desember, secara signifikan melebihi ekspektasi pasar sebesar 160 ribu dan melampaui angka revisi bulan November sebesar 212 ribu (sebelumnya dilaporkan sebesar 227 ribu). Selain itu, Tingkat Pengangguran AS turun tipis menjadi 4,1% di bulan Desember dari 4,2% di bulan November. Namun, inflasi upah tahunan, yang diukur dengan perubahan Pendapatan Rata-Rata Per Jam, turun sedikit menjadi 3,9% dari 4% pada pembacaan sebelumnya.
Share this Post



