@ p e f . i n d o n e s i a
Berbagai Fasilitas Menarik
  • 12 Hour
  • 54 Minutes
  • 32 Sec

Free Trading Tools Berbasi AI!

gift box gift box circle circle not found not found gift box dots shape
not found
  • 24 Days
  • 10 Hour
  • 45 Minutes
  • 10 Sec
Daftar Sekarang
not found
Free Merchandise Wellcome Bonus

Tanpa syarat LOT

Klaim Sekarang
Trading Tools Tools AI Pertama di Indonesia

Biarkan AI Membantu Anda

Coba Gratis
Hadiah Menarik lainnya Tanpa

Diundi

Daftar Sekarang

Trading anti Delay hanya di PEF Indonesia

Contact Info

PT. Premier Equity Futures

(021) 50301028

cs@premierequityfutures.co.id

feature
author
Author Name
PEF Indonensia
Categories
Market Mover
Date
25/06/2026

Harga WTI melanjutkan penurunan ke level sebelum perang Timur Tengah sekitar $69 seiring dengan percepatan aliran minyak.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), yang diperdagangkan berjangka di NYMEX, turun 0,7% menjadi sekitar $69,00 selama sesi perdagangan akhir Asia pada hari Kamis. Harga minyak telah kembali mendekati level sebelum perang Timur Tengah, menghadapi tekanan jual yang intens dalam beberapa minggu terakhir, karena aliran minyak melalui Selat Hormuz, titik kritis bagi hampir seperlima pasokan energi global, telah meningkat.

Menurut laporan Bloomberg, semakin banyak kapal yang secara terbuka memberi sinyal niat mereka untuk melintasi Selat Hormuz, menunjukkan meningkatnya kepercayaan di kalangan pemilik kapal dan pedagang tentang pengiriman kapal melalui jalur sempit tersebut seiring meredanya ketegangan.
Selain itu, Organisasi Maritim Internasional mengatakan telah menerima jaminan yang memungkinkan ratusan kapal untuk keluar dari Teluk Persia.

Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) mengekspor minyak hampir 85% dari tingkat sebelum perang.
Selain peningkatan pasokan minyak, ekspektasi kuat bahwa Federal Reserve (Fed) akan menaikkan suku bunga tahun ini juga menjadi faktor utama yang menekan harga minyak. Alat CME FedWatch menunjukkan bahwa kemungkinan Fed menaikkan suku bunga tahun ini hampir 82%. Sementara kemungkinan setidaknya dua kali kenaikan suku bunga adalah 42,2%.

Ke depannya, gempa bumi di Venezuela, yang mengakibatkan kerusakan serius pada infrastruktur, dapat sedikit memengaruhi harga minyak global. Minyak dari Venezuela belakangan ini menjadi faktor pendorong yang signifikan bagi pasokan minyak, karena Amerika Serikat (AS) kini mengendalikan sumber daya energinya dan memasarkannya ke dunia global setelah menculik Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Chat With AI
bg shape circle circle

Daftar sekarang dan Mulai Perjalanan trading Anda bersama PEF Indonesia!